"Banyak yang bilang kalo cewe lagi stress obat nya makan kayak kisah Maryam yang disuruh menggoyangkan pohon kurma setelah melahirkan Nabi Isa, tapi kita lupa di kisah sebelumnya, bahkan Maryam mendapatkan rezeki (makanan) padahal dia hanya berdiam d mihrab nya, sampai Nabi Zakaria bertanya "Ya Maryamu, Anna Laki Hadza?" "Wahai Maryam darimanakah engkau mendapatkan rezeki (makanan) ini?" Maryam menjawab "Dari Allah, Sesungguhnya Allah memberikan Rezeki kepada siapapun tanpa perhitungan" "
Perjalanan Kisah Maryam sangatlah menarik untuk diikuti dan juga dimaknai sebagai suri tauladan untuk para Muslimah di seluruh dunia. Dikisahkan pada saat Ibu Maryam dari Keluarga Imran bernazar jika memiliki anak maka akan diserahkan ke Baitul Maqdis untuk mengabdi disana. Namun yang lahir adalah bayi Perempuan yaitu Maryam. Karena sudah menjadi nazar maka ketetapan Maryam diserahkan ke Baitul Maqdis terjadi, dan para pemuka Bani Israel berebut untuk menjadi wali Maryam karena dari keluarga yang saleh.
Keputusan siapa yang akan menjadi wali Maryam dilakukan dengan undian, dilakukan dengan melemparkan pena ke aliran Sungai, Pena siapa yang mengapung maka ialah yang akan menjadi wali Maryam kelak.
Undia pun dilakukan sebanyak 3 Kali, dan yang selalu mengapung adalah milik pamannya Sendiri, Suami dari Bibi Maryam, beliau adalah Nabi Zakaria As.
Dbawah bimbingan Nabi Zakaria, Maryam menjadi seorang yang shalehah, jarang keluar dari mihrab, menghindari bertemu dengan lelaki walau hanya berpapasan.
Dan ada di satu masa Nabi Zakaria menemukan makanan di Mihrab Maryam, Mihrab adalah ruangan tempat khusus Maryam beribadah dan Maryam dikenal banyak beribadah di mihrab sehingga setiap kali Nabi Zakaria masuk ke tempat ibadahnya, beliau mendapati Maryam berada di sana.
Dikisahkan dalam Al-Qur'an Ali-Imran Ayat 37 sebagai berikut :
ÙƒُÙ„َّÙ…َا دَØ®َÙ„َ عَÙ„َÙŠْÙ‡َا زَÙƒَرِÙŠَّا الْÙ…ِØْرَابَ Ùˆَجَدَ عِندَÙ‡َا رِزْÙ‚ًا ۖ Ù‚َالَ ÙŠَا Ù…َرْÙŠَÙ…ُ Ø£َÙ†َّÙ‰ٰ Ù„َÙƒِ Ù‡َٰذَا ۖ Ù‚َالَتْ Ù‡ُÙˆَ Ù…ِÙ†ْ عِندِ اللَّÙ‡ِ ۖ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ ÙŠَرْزُÙ‚ُ Ù…َÙ† ÙŠَØ´َاءُ بِغَÙŠْرِ Øِسَابٍ
Artinya:
"Setiap kali Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, dia mendapati makanan di sisinya. Dia berkata, 'Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?' Maryam menjawab, 'Itu dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.'"
Kisah ini mengajarkan bahwa rezeki berada dalam kekuasaan Allah. Dia mampu memberikan rezeki kepada siapa pun dengan cara yang tidak disangka-sangka. Ketaatan Maryam menjadi teladan tentang tawakal dan penjagaan diri kepada Allah.
Lalu kisah kedua yaitu saat Maryam merasa kelemahan yang amat sangat sesaat setelah melahirkan Nabi Isa pada Surah Maryam ayat 25:
ÙˆَÙ‡ُزِّÙŠٓ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙƒِ بِجِذْعِ ٱلنَّØ®ْÙ„َØ©ِ تُسَٰÙ‚ِØ·ْ عَÙ„َÙŠْÙƒِ رُØ·َبًا جَÙ†ِÙŠًّا
Artinya:
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."
Surah Maryam ayat 26:
"Maka makanlah, minumlah, dan tenangkanlah hatimu. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka pada hari ini aku tidak akan berbicara dengan siapa pun.'"
Dari kisah ini kita juga bisa memaknai secara mendalam bahwa Allah akan selalu bersama kita, akan selalu membantu kita, akan selalu berada di Sisi kita jika yang kita lakukan adalah kebenaran. Allah memerintahkan Maryam untuk tidak membela diri dengan perkataannya, karena Allah sendiri yang akan menampakkan kebenaran melalui Nabi Isa a.s.
Lalu apakah yang paling terpenting dari kisah Nabi Isa yang lahir tanpa ada sentuhan dari laki-laki manapun.
Sebenarnya inilah poin terpenting dari kisah Maryam, yang bisa kita ambil hikmahnya sebagai perempuan renungkan bahwa ini adalah kehormatan tertinggi dari Allah SWT kepada Maryam yang selalu menjaga dirinya dari laki-laki dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk beribadah didalam mihrab.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa kemuliaan Maryam pada zamannya begitu tinggi sehingga Allah sendiri menjaga kehormatannya dengan cara yang luar biasa.
Maka tidaklah sulit bagi Allah, jika Allah saja mampu memberikan rezeki (makanan) dalam mihrab nya, mampu melembutkan pohon kurma untuknya, maka memasukkan ruh Nabi Isa ke dalam rahim Maryam meskipun tidak tersentuh sedikitpun oleh laki-laki bukanlah hal yang sulit bagi Allah.
Jadi untuk para perempuan apapun yang kita hadapi sekarang adalah mudah bagi Allah untuk membantu setiap kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, dengan menjaga ibadah dan Marwah kita, meluruskan niat kita, dan hanya berharap kepada Allah saja, serta menggantung kan doa kepada Allah saja. Allah selalu bersama Perempuan-perempuan muslim yang taat kepada Allah SWT.
Waallahu'alam Bish Shawwab

0 Komentar